Percintaan

3 Hal Yang Menjadi Prinsip Jomblo

3 Hal Yang Menjadi Prinsip Jomblo

Jumlah populasi kumpulan makhluk yang satu ini tidak pernah habis, bahkan dengan bertambahnya tahun jumlah mereka bertambah pesat dan membuat koloni yang tak tertandingi, mereka adalah jomblo. Meskipun tanpa sebuah naungan ikatan, aliansi, atau partai, bahkan badan hukumpun juga tidak tapi kekuatan mereka ini bagai bom waktu.

Saat ini, jomblo juga menjadi salahsatu perkumpulan yang menjadi salahsatu tersolid. Misalnya ketika ada salahsatu rekannya yang di bully terkait status jomblonya. Maka kawan-kawannya akan membelanya dengan membabi buta. Tidak sampai disitu saja, mereka juga memiliki semboyan dan kaidah dalam perjombloannya. Berikut beberapa prinsip yang pasti dan selamanya akan dipegang kaum jomblo.

Jodoh di Tangan Tuhan

Seseorang yang beragama pasti selalu yakin bahwa di dunia ini semuanya sudah ada yang mengaturnya, yaitu Tuhan. Tidak terkecuali juga hal yang menyangkut tentang jodoh. Jadi para jomblower itu juga sangat mempercayai bahwa di dunia ini Jodoh itu sudah di tangan Tuhan. Jika ia masih jomblo belum diketemukan dengan jodohnya, maka Tuhan masih menakdirkannya jomblo. Namun untuk mengantisipasi agar kamu tak lama-lama dalam jomblo terapkan pula prinsip yang satu ini. Jodoh memang berada di tangan Tuhan, namun kamu harus mengambilnya.

Jodoh Pasti Bertemu

Ungkapan kedua yang menjadi prinsip jomblo ialah, Jodoh pasti bertemu. Tak ada yang salah dari ungkapan tersebut. Akan tetapi kebanyakan orang terus berpangku sambil terus percaya bahwa suatu saat ia akan ketemu dengan jodohnya. Lekaslah berdiri, jika jodoh pasti bertemu kenapa kamu tak memjemputnya, karena kemungkinan ia juga sedang menunggumu. Kalau sama-sama menunggu tanpa ada yang mengambil, ya selamanya memang akan jomblo.

Jodoh Tidak akan Lari Kemana  

Kalau ungkapan yang satu ini sering di dendangkan manakala target gebetan telah terlepas. Jadi bisa dikatakan ungkapan tersebut sebagai penghibur semata agar tidak terus larut dalam kesedihan karena gagal mendapatkannya. Namun parahnya adalah bagi mereka yang terus memupuk rasa malasnya untuk mendapatkannya, dengan lagi-lagi berdiam diri, karena  ia menganggap jodoh takkan lari kemana.